Beijing,metrosumatra.com.
– Ketua Umum Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat Fauzi Bahar Dt. Sati, melakukan kunjungan resmi ke beberapa kota besar di Cina, termasuk Beijing dan Guangzhou, mulai tanggal 10 hingga 18 Mei 2026 mendatang.
Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan kebudayaan serta menjajaki potensi kerjasama sektor UMKM antara Sumatera Barat dan komunitas bisnis di Negeri Tirai Bambu.
Dalam kunjungan tersebut, Ketua LKAAM Sumbar didampingi oleh sejumlah pengurus inti dan tokoh adat. Agendanya meliputi pertemuan dengan perwakilan pemerintah setempat, asosiasi pedagang Tionghoa, serta kunjungan ke pusat-pusat kebudayaan untuk memperkenalkan kekayaan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).
“Kunjungan ini bukan sekadar perjalanan formal, melainkan upaya kita untuk membuka cakrawala dunia terhadap kebudayaan Minangkabau. Kita ingin dunia tahu bahwa adat Minangkabau sangat terbuka terhadap kemajuan namun tetap kokoh memegang prinsip agama,” ujar Fauzi Bahar dalam keterangan resminya dari Beijing.
Kunjungan dan lawatan yang dipimpin Ketua LKAAM Sumbar itu bersama delegasi elite lainya yang dalam rombongan berjumlah 20 orang sebagai saksi sejarah itu, juga melibatkan mitra strategis lainya yakni tokoh agama Aceh, tokoh adat Sumatra Utara, dan Rektor UIN Medan.
Selain promosi budaya, seperti
mengenalkan pakaian adat, kuliner rendang, dan arsitektur Rumah Gadang sebagai identitas global Sumatera Barat, ekonomi dan investasi, juga untuk berdialog dengan investor mengenai potensi produk turunan pertanian Sumatera Barat, seperti gambir dan kulit manis, untuk pasar Cina.
Lebih strategis lagi kunjungan sebagai bagian dari studi banding pelestarian warisan budaya ini, juga mengamati bagaimana pemerintah Cina mengelola situs-situs bersejarah mereka agar tetap relevan dan menjadi penggerak ekonomi melalui pariwisata.
Lebih lanjut, Ketua LKAAM Sumbar juga dijadwalkan bertemu dengan masyarakat keturunan Minang yang menetap di Cina guna mempererat tali silaturahmi “Dunsanak di Rantau”.
“Diharapkan, hasil dari kunjungan ini dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di Sumatera Barat melalui kerja sama yang konkret di masa depan,” papar Fauzi Bahar.
Dala keterangannya, ia menambahkan kunjungan delegasi elite dari Indonesia ini juga melaksanakan misi
Refleksi Keagamaan, yakni mengunjungi masjid terbesar di China untuk studi banding pengelolaan komunitas Muslim.
“Kita membawa misi membawa Minangkabau ke pentas dunia. Semoga sekembalinya dari sini, ada terobosan baru bagi kemajuan daerah kita,” tutup Fauzi Bahar yang pernah menjadi Wali Kota Padang dua periode ini. (A/M)
