KEPULAUAN MERANTI,RIAU,metrosumatranews.com.
– Polemik pemasangan kWh meter PT.PLN di Desa Kepau baru Kecamatan Tebing Tinggi Timur Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi isu hangat ditengah masyarakat desa.Dimana Kepala Desa ikut mengakomodir siapa yang bisa mendapatkan penyambungan kWh meter dari pihak PLN.
Manager PLN ULP Selatpanjang Roni Saputra ketika dikonfirmasi pada Kamis (10/9) menjelaskan bahwa kemampuan daya mesin belum mencukupi untuk mengakomodir masyarakat semuanya,maka dari itu pihak PLN sudah menyampaikan kepada Kepala Desa,kadus dan perangkat desa lainnya untuk dapat menjelaskan kepada masyarakatnya.
“Mesin kita hanya surplus 300 Kw dan cuma mampu untuk melayani sambungan kWh meter sekitar 150 rumah dan belum mampu untuk melayani semua masyarakat Desa Kepau baru ” jelasnya.
Ketika disinggung mengenai penyambungan kWh meter harus koordinasi dulu dengan Kepala Desa Kepau baru,Roni mengungkapkan bahwa karena keterbatasan daya mampu pembangkit yg saat ini hanya sanggup utk melayani lebih kurang 150 pelanggan maka pihak PLN menyarankan agar dilakukan kesepakatan antar kepala dusun melalui kepala desa sebagai perwakilan pemerintah yg ada dikepau baru utk mendata 150 pelanggan yg akan disambung bertahap terlebih dahulu sebelum ada penambahan mesin baru.
“Jadi dari 150 pelanggan ini,bisa kita sambung dengan catatan pak kades berunding dulu bersama masyarakatnya untuk mencari kesepakatan menetukan siapa dulu yang akan disambung,kalau sudah sepakat baru kita lakukan penyambungan,itupun kalau sepakat kalau tidak ya kita tunda dulu nunggu mesin datang,baru di nyalakan”lanjutnya.
Dari hasil kesepakatan itu,maka Kepala Desa menyampaikan data kepihak PLN nama-nama pelanggan yang akan disambung terlebih dulu.
“Makanya sebelum ribut,disarankan agar pelanggan yang mengurus kWh meter berkoordinasi dulu dengan kepala desa untuk mencocokan nama pelanggan masuk dalam yang prioritas 150 pelanggan tidak”ungkap Roni.
Selanjutnya,dari 150 pelanggan yang akan dilakukan penyambungan kWh meter,sekarang ini pihak PLN baru menyambung sekitar 30 pelanggan dan untuk masalah biaya penyambungan pihak PLN juga sudah menyampaikan pada saat sosialisasi.(MK)


