Indeks
Daerah  

Muatan Durian Membludak di KM Mentawai Fast, Bupati Mentawai Respons Cepat Keluhan Masyarakat

Mentawai,metrosumatra.com.

29 Juni 2026 Membludaknya muatan durian yang dibawa penumpang KM Mentawai Fast sorake dari Pelabuhan Pokai, Kecamatan Siberut Utara menuju Tuapejat, sempat memicu keributan kecil antara penumpang dan pihak kapal.

Keributan tersebut terjadi setelah awak kapal melarang sebagian penumpang membawa durian ke dalam kapal. Kapten KM Mentawai Fast, M. Simamora, menjelaskan bahwa larangan tersebut diberlakukan demi kenyamanan dan keselamatan pelayaran.

“Selain aroma durian yang sangat tajam dan dapat mengganggu kenyamanan penumpang lain, kami juga harus memperhatikan kapasitas muatan kapal agar tidak terjadi kelebihan beban (overload),” ujar Kapten M. Simamora.

Di sisi lain, masyarakat berharap tetap diberikan kesempatan untuk membawa durian sebagai oleh-oleh bagi keluarga dan sanak saudara di Tuapejat. Aspirasi tersebut kemudian disampaikan kepada Kapten KM Mentawai Fast serta dikoordinasikan dengan Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana, dan Wakil Bupati Kepulauan Mentawai.

Menanggapi hal itu, Bupati Rinto Wardana bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama manajemen Mentawai Fast di Padang. Hasil koordinasi tersebut disambut positif oleh pihak manajemen.

“Kami sudah berkoordinasi dengan manajemen Mentawai Fast di Padang. Pada prinsipnya mereka mengakomodasi permintaan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai agar durian tetap dapat diangkut, dengan catatan tidak melebihi kapasitas muatan kapal. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai juga siap menanggung seluruh biaya kargo pengangkutan durian tersebut,” ujar Bupati Rinto Wardana.

Dengan adanya kesepakatan tersebut, diharapkan masyarakat tetap dapat membawa hasil panen durian ke Tuapejat secara tertib tanpa mengganggu kenyamanan penumpang maupun melanggar aturan keselamatan pelayaran. Langkah cepat pemerintah daerah ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap masyarakat dalam memasarkan hasil pertanian sekaligus menjaga keselamatan dan kenyamanan transportasi laut di Kepulauan Mentawai.(Fais)