Pakaian Adat Minangkabau Dipakai Guru dan Tenaga Kependidikan MTsN 5 Kota Padang Mengikuti Upacara Bendera

Padang,metrosumatra.com.

Guru dan tenaga kependidikan (GTK) MTsN 5 Kota Padang mengenakan pakaian adat Minangkabau saat mengikuti upacara bendera, Senin (28/9/2026). GTK perempuan mengenakan Baju Kurung Basiba, sedangkan GTK laki-laki mengenakan Koko Guntung Cino.





Penggunaan pakaian adat tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan ketentuan dalam rangka memperingati Hari Jadi Sumatera Barat ke-81 Tahun 2026.

Kepala MTsN 5 Kota Padang, Noprizal M.Pd., mengatakan bahwa pelaksanaan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Nomor B-159/Kk.03.9/OT.00/09/2026 tanggal 8 September 2026 tentang Partisipasi Peringatan Hari Jadi Sumatera Barat ke-81 Tahun 2026.

“MTsN 5 Kota Padang mengikuti arahan Kementerian Agama Kota Padang sebagai bentuk partisipasi dalam peringatan Hari Jadi Sumatera Barat ke-81. Ketentuan yang telah ditetapkan menjadi pedoman bagi GTK dalam pelaksanaannya di madrasah,” ujar Noprizal.

Menurut Noprizal, surat tersebut mengatur penggunaan pakaian adat daerah bagi pegawai pada setiap hari kerja mulai 25 September hingga 1 Oktober 2026. Pegawai perempuan mengenakan Baju Kurung Basiba, sedangkan pegawai laki-laki mengenakan Baju Guntiano Cino/Taluak Balango atau pakaian tradisional khas Sumatera Barat lainnya sesuai ketentuan.

Noprizal mengatakan pelaksanaan arahan tersebut tetap memperhatikan prinsip efektif, efisien, selektif, dan tepat sasaran sebagaimana tercantum dalam surat.

“Partisipasi dalam kegiatan ini kita laksanakan sesuai ketentuan dengan tetap memperhatikan efisiensi. Tugas utama madrasah dalam memberikan pelayanan pendidikan tetap menjadi perhatian,” tutur Noprizal.

Waka Humas MTsN 5 Kota Padang, Rahmatullah, mengatakan penggunaan pakaian adat dalam kegiatan kedinasan menjadi bagian dari penghargaan terhadap identitas budaya daerah.

“Pakaian adat Minangkabau memiliki nilai budaya yang kuat. Penggunaannya dalam kegiatan resmi menjadi bentuk penghargaan terhadap identitas budaya daerah sekaligus menghadirkan budaya lokal dalam aktivitas di lingkungan madrasah,” ungkap Rahmatullah.

Rahmatullah menambahkan bahwa keterlibatan GTK dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Sumatera Barat memberikan pengalaman budaya yang hadir dalam kegiatan rutin di madrasah.

“Momentum ini dapat menjadi ruang bagi murid untuk melihat secara langsung bagaimana budaya Minangkabau tetap hadir dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam lingkungan pendidikan,” ujarnya.

Menurut Rahmatullah, pelaksanaan tersebut sejalan dengan tema Hari Jadi Sumatera Barat ke-81 Tahun 2026, yaitu “Sumbar Tumbuh, Sumbar Tangguh.” Ia menilai partisipasi madrasah melalui pelaksanaan ketentuan yang telah ditetapkan menjadi bagian dari dukungan terhadap peringatan hari jadi provinsi.(MM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *