Daerah  

PERTAMA KALI SEJAK JABAT PLT BUPATI, H. MUKHLISIN TERIMA AUDIENSI 11 ETNIS FPK KUANSING: SEPAKAT JAGA PERSATUAN

TELUK KUANTAN,metrosumatra.com.

Suasana penuh keakraban dan kebhinekaan terlihat di Cafe Topi Sawah, Rabu (14/10/2026). Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Kuantan Singingi menggelar silaturahmi perdana dengan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuantan Singingi, H. Mukhlisin.





Ini merupakan pertemuan resmi pertama FPK dengan Plt Bupati semenjak H. Mukhlisin resmi menjabat sebagai Pelaksana Tugas Bupati Kuantan Singingi.

Ketua FPK Kuansing, Suryawan, hadir bersama seluruh pengurus dari 11 etnis yang berbaur di Kuansing. Mereka adalah etnis Melayu, Jawa, Minang, Batak, Sunda, Nias, Aceh, Banjar, Bugis, Palembang, dan Tionghoa.

Suryawan menegaskan, FPK bukan organisasi paguyuban biasa. FPK adalah amanah negara yang dibentuk berdasarkan Permendagri Nomor 34 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pembauran Kebangsaan di Daerah.

“Tugas kami jelas, menumbuhkan, memantapkan, memelihara, dan mengembangkan pembauran kebangsaan guna memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa di tengah masyarakat yang majemuk,” tegas Suryawan.

Lebih lanjut Suryawan menjelaskan, peran FPK sangat strategis sebagai jembatan.

“FPK berusaha menjadi jembatan antara pemerintah dan aparat keamanan dengan masyarakat. Jika ada friksi-friksi atau potensi-potensi perpecahan yang terjadi di masyarakat, FPK hadir untuk meredam dan mencari solusi,” ujarnya.

Mendapat sambutan hangat tersebut, Plt Bupati Kuansing, H. Mukhlisin, memberikan apresiasi tinggi. Ia mengaku sangat terbantu dengan keberadaan FPK di Kuansing yang majemuk.

“Saya sangat mendukung program-program yang dikerjakan FPK. Kuansing ini miniatur Indonesia, semua suku ada. Kalau kita rukun, pembangunan akan mudah,” ujar Mukhlisin.

Pada kesempatan itu, Mukhlisin juga memaparkan sejumlah program strategis pemerintah yang sedang ia kebut.

1. Bidang Pendidikan: Beasiswa Sekolah Sawit bagi putra-putri terbaik Kuansing untuk kuliah di perguruan tinggi ternama di Pulau Jawa, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Universitas Indonesia (UI).

2. Bidang Infrastruktur: Upaya lobi intensif ke pemerintah pusat untuk pembangunan Jalan Tol di Kuantan Singingi.

“Kalau tol ini terwujud, jarak tempuh Pekanbaru – Teluk Kuantan akan terpangkas jauh. Dampaknya harga komoditas kita akan lebih kompetitif dan ekonomi rakyat akan naik,” jelas Mukhlisin.

Di bidang kesehatan dan pertanian, Mukhlisin juga menegaskan komitmennya untuk meningkatkan layanan dan produktivitas petani sawit dan karet yang menjadi tulang punggung ekonomi Kuansing.

Di akhir pertemuan, Plt Bupati berharap pertemuan di Cafe Topi Sawah ini bukan pertemuan terakhir, melainkan awal dari kolaborasi aktif dan permanen antara Pemkab Kuansing dengan FPK.

“Jaga terus kebersamaan ini. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan seluruh etnis,” tutup Mukhlisin.(RA).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *