News  

Riza Falepi Ajak Masyarakat Sumbar Memilih Calon Yang Memiliki Rekam Jejak Membangun

Jakarta, metrosumatranews.com — Agenda Pemilihan Umum (Pemilu) yang akan dilaksanakan pada tahun 2024 mendatang, tanpa terasa hanya tersisa beberapa bulan lagi. Sesuai rangkaian yang telah di tetapkan dan dirilis oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) nantinya jatuh pada Rabu, 14 Februari 2024.

Tepat dihari yang sama, akan dilakukan pemungutan suara untuk memilih Presiden, Wakil Presiden, anggota DPR, anggota DPRD provinsi, anggota DPRD kabupaten/kota, dan anggota DPD.

Tampak aktivitas para calon dari berbagai partai pun sudah mulai memperkenalkan dirinya dan kampanye untuk menarik hati masyarakat agar memberikan pilihan kepada mereka supaya bisa menduduki kursi yang diinginkan.

Jenis kampanye yang dilakukan pun beraneka ragam, mulai dari menggelar perlombaan, mensponsori kegiatan pemuda dan kemasyarakatan, ngopi dan ngobrol dari warung ke warung, blusukan-blusukan, hingga bersilaturahmi dengan berbagai tokoh-tokoh masyarakat setempat.

Namun dari sekian banyaknya bentuk kegiatan kampanye positif yang bisa dilakukan peserta, ternyata hari ini dilapangan masih banyak ditemui para peserta pemilu maupun timses yang melakukan black campaign (kampanye hitam).

Black campaign atau kampanye hitam itu sendiri merupakan istilah yang umum dipakai untuk menyebut seseorang yang berkampanye dengan cara menjelek-jelekkan pesaing atau lawan politiknya.

Hal itu diungkapkan H. Riza Falepi, ST, MT, Dt. Rajo Kaampek Suku, mantan Wali Kota Payakumbuh yang sukses memajukan sektor ekonomi dan merubah wajah Kota Payakumbuh menjadi lebih baik (periode 2012-2022) dalam bincang-bincang bersama awak media di salahsatu warung kopi di kawasan Jakarta Selatan, Minggu, (2/07/2023).

Sebagai seorang yang sudah cukup lama berkecimpung dalam dunia politik, yang dibesarkan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga sebagai partai pendukung calon presiden Anies Rasyid Baswedan, Riza menyebut bahkan dirinya pun tak luput dari upaya-upaya seperti itu.

“Iya, inilah dinamika dalam menggeluti dunia politik, serangan-serangan atau hal-hal seperti fitnah, isyu dan berita hoaxs sudah biasa terjadi, bahkan baru-baru ini ada yang menyesatkan informasi terkait pencalonan saya untuk DPR-RI nanti. Namun semua itu saya respon positif saja, kadang konsekuensinya seperti itu, ibarat disuguhi segelas kopi, kalau suka diterima, kalau nggak suka ya nggak usah di minum, hehe,” sebut Riza santai.

Riza juga menyoal, dalam setiap pemilu legislatif tak jarang di temui peserta pemilu atau calon-calon legislatif yang berkamuflase, hanya terlihat peduli ke masyarakat saat sebelum pemilu saja, pencitraan dan tebar janji ini itu untuk sekedar mendapatkan simpati pemilih hingga berbasabasi memberi senyum palsu agar mendadak terlihat baik di tahun politik ini. Namun tak sedikit juga yang benar-benar baik, bersungguh-sungguh bekerja dan mau mendengar aspirasi warganya.

“Hari ini saya mengajak segenap masyarakat Sumatera Barat, khususnya warga Luak Limo Puluah untuk memberikan suaranya kepada calon yang betul-betul mau memperjuangkan hak-haknya, sebelum memberikan pilhan kenali betul latar belakangnya, tanya apa karya yang sudah diperbuat untuk negerinya, seperti apa track record nya, ketahui tujuan dan impiannya ke Senayan. Apalagi caleg yang sampai mau melakukan jual beli suara,” kata Riza.

Menurutnya, selama ini kita terlalu toleransi pada calon yang biasa-biasa saja, calon tak berprestasi, tidak punya komitmen untuk kemajuan daerah yang signifikan, namun tetap dipilih.

“Beberapa bisa kita lihat sendiri seperti jalan-jalan kecil dan rusak seperti ruas Setangkai-Payakumbuh misalnya, pertanian seadanya, pupuk langka dan mahal. Kita berharap di Sumatera Barat tumbuh industri-industri untuk menciptakan sumber ekonomi baru dan keuntungan bagi daerah yang bisa menyerap lapangan kerja yang banyak,” ungkap Riza.

Menyinggung soal kesiapannya di pemilu legislatif 2024 dapil Sumbar 2 terdiri dari delapan kabupaten/kota, yang diantaranya: Pariaman, Padang Pariaman, Bukittinggi, Agam, Payakumbuh, Lima Puluh Kota, Pasaman, Pasaman Barat, Riza mengatakan akan melakukan kampanye sesuai kemampuan. Dan akan bekerja sungguh-sungguh membangun daerah bila diberi amanah mewakili masyarakat Sumatera Barat kelak.

“Masyarakat Minangkabau adalah kaum intelektual, cerdas dalam memilih dan tepat dalam bertindak, kita yakin pemilu legislatif di Sumatera Barat 2024 mendatang, khususnya Payakumbuh-Lima Puluh Kota akan menghasilkan wakil rakyat terbaiknya. Karna sudah tidak jamannya lagi memilih caleg yang penuh pencitraan dan tak terukur kapasitasnya,” beber Riza dengan senyum khasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *