Santri Pondok Pesantren Kauman Muhammadiyah Gelar Student Field Research

Padang Panjang,metrosumatranews.com.

Dalam upaya menerapkan Kurikulum Merdeka dengan dikolaborasikan dengan sistem pembelajaran Islamic, Sains, Tekhnologi, Engineering, and Math (ISTEM), santri Pondok Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang melakukan kegiatan penelitian lapangan bertajuk Student Field Research. Lokasi yang mereka kunjungi adalah Tambang Batu Bara Sawah Luhung, serta desa wisata Rantih Kota Sawah Lunto, Kamis (13/10).

Student Field Researh merupakan salah satu bentuk program Pondok Pesantren dalam menerapkan pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka dengan melibatkan empat mata pelajaran yang terintegrasi yaitunya Geografi, Sosiologi, Sejarah dan Bahasa Indonesia. Hal ini untuk memberikan wawasan serta mengasah kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis, dan berkolaborasi dengan masyarakat. Dengan mengedepankan bentuk pembelajaran di luar sekolah dan objek pembelajaran terkait, santri diajak untuk melakukan studi observasi secara berkelompok.

“Pembelajaran semacam ini sangat bagus dan membuat santri semakin antusias, saya menyambut baik dan mendukung usaha guru dalam melakukan inovasi pembelajaran semacam ini,” ujar Dr. Derliana, MA selaku Mudir Pondok Pesantren.

Ditambahkannya bahwa dalam pembelajaran yang menggunakan kurikulum merdeka pihak pondok pesantren mengkolaborasikannya dengan sistem ISTEM yang sudah menjadi pilihan program pendidikan di Pondok Pesantren.

“Empat mata pelajaran tersebut saling mengisi satu dengan yang lainnya, hal ini merupakan salah satu bentuk pembelajaaran berbasis ISTEM yang mana penerapannya telah kita mulai di Pondok Pesantren,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Gito Rafliandra yang menjadi ketua tim Student Field Research mengatakan bahwa kolaborasi mata pelajaran ini menjadi sebuah terobosan yang dilakukan untuk memberikan kesempatan pada santri agar bisa menemukan dan memilih bentuk penelitian yang mereka pahami serta minati.

“Pembelajaran ini bertujuan agar siswa memperoleh pengalaman langsung dari objek yang dilihatnya. Pada pembelajaran lapangan ini, siswa ditugaskan ketempat penambang batu bara untuk mengkaji dan meneliti proses penambangan batu bara,” jelasnya.

Dilanjutkannya bahwa kegiatan santri ini memberikan inspirasi bahwa pembelajaran tidak selalu berada di ruang kelas. Belajar bisa dilakukan dimana saja, dengan tujuan agar santri juga akan semakin antusias lebih capat menangkap materi sesuai tujuan pembelajaran.

Diikuti oleh 160 santri dalam kunjungan ini, disambut baik oleh kepala Tambang Batu Bara Sawah Luhung. Kepada santri dijelaskan bagaimana proses pengangkatan batu bara dari tambang, kemudian diolah, hingga akhirnya menjadi sebuah produk berupa batu bara siap pakai. Selain itu dijelaskan juga apa dampak pertambangan tersebut terhadap lingkungan dan juga bagaimana cara penanggulangannya.

Pada sesi tanya jawab, para peserta tampak antusias bertanya. Misalnya, seorang peserta, Zoya Ellai Putri yang bertanya tentang apa kegunaan dari batu baru dan di jual ke mana batu bara tersebut.

“Batu bara itu gunanya untuk apa dan dijual ke mana saja, apakah sampai diekspor ke luar negeri ?” kata santri yang bercita-cita jadi Engineering ini.

Usai penjelasan dan sesi tanya jawab, para santri diajak untuk berkeliling langsung ke area pertambangan batu bara.(je).

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *