Indeks
Daerah  

115 Wasit dan Juri Ikuti Penataran/Refreshing FORKI Sumbar, Siap Sukseskan Kejurda 2026

Padang,metrosumatra.com.

– Sebanyak 115 orang wasit dan juri karate mengikuti kegiatan Penataran/Refreshing Wasit Juri FORKI Sumatera Barat yang digelar di Kota Padang pada 13 hingga 14 Juni 2026. Peserta berasal dari FORKI kabupaten/kota se-Sumbar serta utusan dari berbagai perguruan karate anggota FORKI.

Ketua Bidang Perwasitan FORKI Sumbar yang juga Ketua Panitia, Sensei Marjoni, mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi dan pemahaman para wasit dan juri terhadap peraturan pertandingan karate yang terbaru. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dan memperkuat kekompakan di kalangan korps wasit dan juri FORKI Sumbar.

Menurutnya, penataran dan refreshing ini diikuti tidak hanya oleh wasit dan juri daerah, tetapi juga melibatkan wasit dan juri nasional yang telah memiliki pengalaman memimpin berbagai kejuaraan. Kehadiran mereka diharapkan dapat menjadi sarana berbagi pengalaman sekaligus menyamakan persepsi dalam penerapan aturan pertandingan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan seluruh wasit dan juri benar-benar memahami serta mampu menerapkan peraturan pertandingan karate secara tepat dan profesional. Dengan demikian, kualitas pelaksanaan setiap event dapat semakin baik,” ujar Sensei Marjoni.

Ia menambahkan, hasil dari kegiatan penataran ini akan menjadi bekal bagi para peserta untuk bertugas pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) FORKI Sumbar yang akan dilaksanakan pada 26 hingga 28 Juni 2026 di Kabupaten Pasaman. Selain itu, mereka juga akan disiapkan untuk memimpin berbagai open turnamen karate lainnya yang akan digelar di Sumatera Barat.

Ketua Umum FORKI Sumbar, Khairuddin Simanjuntak, yang diwakili oleh Staf Khusus sekaligus Pengarah Panitia, Drs. Mirkadri Miyar, MPA, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia, peserta, dan pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya wasit dan juri, merupakan bagian penting dalam upaya membangun prestasi olahraga karate di Sumatera Barat. Wasit dan juri yang berkualitas akan mampu menciptakan pertandingan yang adil, objektif, dan menjunjung tinggi sportivitas.

Sementara itu, instruktur penataran, Ahmad Kadafi, SH, menjelaskan bahwa materi yang diberikan tidak hanya berupa teori mengenai peraturan pertandingan karate nomor kumite dan kata yang terbaru, tetapi juga mencakup praktik langsung tata cara memimpin pertandingan sesuai standar yang berlaku.
“Peserta tidak hanya dibekali dengan pemahaman regulasi, tetapi juga dilatih kemampuan teknis di lapangan agar memiliki kompetensi yang optimal saat memimpin pertandingan,” jelas Ahmad Kadafi.

Sebelum mengikuti seluruh rangkaian materi, para peserta terlebih dahulu menjalani ujian teori dan praktik lapangan sebagai bagian dari proses evaluasi. Melalui Penataran/Refreshing Wasit Juri FORKI Sumbar 2026 ini, diharapkan lahir korps wasit dan juri yang profesional, solid, dan siap mendukung suksesnya setiap kejuaraan karate di Sumatera Barat maupun tingkat yang lebih tinggi.

Penataran/Refreshing Wasit Juri FORKI Sumatera Barat, Dr. Septri dan Jumadi, SH serta Hendrial, SH, memaparkan secara mendalam tentang peraturan pertandingan karate, baik nomor kumite maupun kata. Materi yang disampaikan meliputi pemahaman regulasi terbaru, tata cara penilaian, serta penerapan aturan yang harus dikuasai oleh seluruh wasit dan juri saat bertugas di arena pertandingan.

Dalam pemaparannya, para narasumber menegaskan bahwa seorang wasit dan juri harus benar-benar memahami setiap ketentuan pertandingan agar mampu menerapkannya secara tepat di lapangan. Penguasaan terhadap aturan menjadi kunci utama untuk menciptakan pertandingan yang berjalan tertib, adil, dan sesuai dengan standar perwasitan yang berlaku di lingkungan FORKI.

Selain itu, para peserta juga diingatkan bahwa seorang wasit harus menjunjung tinggi profesionalisme dan integritas dalam menjalankan tugas. Penilaian yang diberikan kepada atlet harus dilakukan secara objektif, tanpa dipengaruhi faktor apa pun, sehingga hasil pertandingan benar-benar mencerminkan kemampuan dan prestasi atlet yang bertanding. Dengan wasit dan juri yang berkualitas, diharapkan pembinaan karate di Sumatera Barat semakin maju dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi.(MM).