Daerah  

Pawai Kemerdekaan HUT RI Jadi Ladang Rezeki Pedagang Kecil di Batusangkar

Batusangkar, metrosumatra.com.

— Di tengah lautan warga yang memadati jalur Pawai Kemerdekaan Republik Indonesia, terik matahari yang menyengat ternyata membawa berkah tersendiri bagi para pedagang kaki lima dan penjaja mainan keliling. Momen perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi panggung perputaran ekonomi bagi pelaku usaha kecil.





Para pedagang minuman dingin seperti teh es, es lilin, es gabus, hingga minuman kemasan menjadi sasaran utama para penonton yang haus setelah berdiri berjam-jam menyaksikan kemeriahan pawai. Dalam waktu singkat, stok dagangan yang biasanya habis dalam sehari dapat ludes hanya dalam hitungan jam saat rombongan peserta pawai melintas.

Tidak hanya minuman, aneka mainan anak-anak juga menjadi buruan warga, terutama para orang tua yang membawa buah hati. Balon tiup berbentuk karakter kartun, bendera plastik merah putih, baling-baling bambu, hingga peluit burung tetap diminati meski perkembangan teknologi membuat anak-anak semakin akrab dengan permainan digital.

Sejumlah pedagang makanan ringan dan penjual topi kertas bernuansa merah putih juga ikut merasakan dampak positif dari ramainya pengunjung. Antusiasme warga yang memadati lokasi pawai menciptakan peluang usaha dadakan yang mampu meningkatkan pendapatan para pedagang kecil.

“Kalau hari biasa, keliling lapangan dan pasar paling dapat Rp50.000 sampai Rp75.000 dari pagi sampai sore. Tapi kalau pawai begini, belum sampai siang dagangan saya sudah ludes. Omzet bisa naik tiga sampai empat kali lipat,” ujar Yayan (52), pedagang air mineral dan makanan ringan yang telah lebih dari sepuluh tahun memanfaatkan momen HUT RI untuk berjualan di sekitar lokasi pawai.

Hal serupa disampaikan Tuti pedagang balon dan mainan anak. Menurutnya, Pawai Kemerdekaan menjadi salah satu momen panen raya bagi pedagang kecil. “Anak-anak sekarang memang banyak bermain ponsel, tapi kalau melihat balon merah putih di tengah keramaian pawai, mereka tetap ingin memilikinya. Ada kebanggaan tersendiri melihat mainan sederhana kita ikut memeriahkan kemerdekaan,” ujarnya.

Kehadiran ribuan warga dalam Pawai Kemerdekaan akhirnya menciptakan ekosistem ekonomi yang saling menguntungkan. Masyarakat mendapatkan hiburan dan kebutuhan sederhana selama menikmati acara, sementara para pedagang kecil membawa pulang rezeki lebih. Ketika barisan peserta pawai membubarkan diri dan suasana kembali tenang, senyum para pelaku usaha kecil tetap menghiasi wajah mereka karena momen kemerdekaan telah menjadi berkah tersendiri.(STM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *