Payakumbuh — Ketua Komisi C DPRD Kota Payakumbuh, Fitrayanto, menegaskan komitmennya untuk terus mengawal sektor pendidikan agar menjadi salah satu prioritas utama dalam pembangunan daerah. Menurutnya, kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari pesatnya pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang dibentuk melalui pendidikan yang bermutu.
Sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah yang memiliki fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan, DPRD melalui Komisi C berkomitmen memastikan setiap kebijakan di bidang pendidikan benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat, khususnya peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan.
“Saya memandang pendidikan sebagai investasi terbesar bagi masa depan daerah. Sebagai wakil rakyat, sudah menjadi tanggung jawab kami untuk memastikan setiap anak di Kota Payakumbuh memperoleh hak atas pendidikan yang layak, berkualitas, dan merata,” ujar Fitrayanto.
Ia menilai masih terdapat berbagai tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama, mulai dari peningkatan sarana dan prasarana sekolah, penguatan kualitas tenaga pendidik, hingga pemerataan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, DPRD akan terus mendorong agar sektor pendidikan memperoleh dukungan anggaran yang memadai, efektif, dan tepat sasaran.
Menurut Fitrayanto, keberhasilan pembangunan pendidikan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, Komisi C DPRD akan terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat, pihak sekolah, komite, organisasi pendidikan, serta berbagai elemen lainnya guna menyerap aspirasi dan persoalan yang berkembang di lapangan.
“Kebijakan yang baik harus lahir dari kebutuhan nyata masyarakat, bukan sekadar perencanaan di atas meja. Setiap masukan dan keluhan masyarakat terkait pendidikan akan kami perjuangkan dalam pembahasan bersama pemerintah daerah. DPRD harus hadir sebagai jembatan antara kebutuhan masyarakat dan kebijakan pemerintah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Fitrayanto menekankan bahwa pembangunan pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada capaian akademik semata. Menurutnya, pendidikan juga harus mampu membentuk karakter, etika, integritas, serta membekali generasi muda dengan kemampuan menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
Sebagai Ketua Komisi C yang membidangi pendidikan, ia memastikan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program-program pendidikan akan terus diperkuat. Hal itu dilakukan agar setiap anggaran yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di Kota Payakumbuh.
“Kami tidak ingin ada anak yang tertinggal hanya karena keterbatasan fasilitas ataupun kesempatan. Pendidikan adalah hak setiap warga negara yang harus dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Ini adalah komitmen saya sebagai wakil rakyat dan akan terus saya perjuangkan,” katanya.
Fitrayanto meyakini bahwa masa depan Kota Payakumbuh sangat ditentukan oleh kualitas generasi yang saat ini sedang menempuh pendidikan. Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berdaya saing.
“Jika pendidikan kita kuat, maka masa depan Payakumbuh juga akan semakin kuat. Karena itu, saya berkomitmen untuk terus mengawal setiap kebijakan pendidikan agar benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat dan melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, serta siap menghadapi masa depan,” tutup Fitrayanto.
