Lima Puluh Kota, metrosumatra.com.
– Memasuki hari kedua pelaksanaan Kejuaraan Wilayah (Kejurwil) FORKI Se-Sumatera Open 2026 yang berlangsung di GOR Politani Payakumbuh, Sabtu (11/7/2026), persaingan perolehan medali antarperguruan, dojo, dan kontingen semakin sengit. Sejumlah tim unggulan terus menunjukkan performa terbaik demi meraih posisi teratas klasemen sementara.
Ketua Bidang Pertandingan, Fiki R, menyampaikan hingga berakhirnya pertandingan hari kedua, Perguruan Inkado Sumbar masih memimpin perolehan medali dengan raihan 11 medali emas, 4 perak, dan 11 perunggu. Di posisi berikutnya, FORKI Limapuluh Kota mengumpulkan 6 emas, 14 perak, dan 17 perunggu, disusul FORKI Tanah Datar dengan 5 emas, 1 perak, dan 3 perunggu.
Sementara itu, Skuat KKN berhasil mengoleksi 3 medali emas, 2 perak, dan 5 perunggu. Gokasi Pesisir Selatan juga tampil impresif dengan perolehan 3 medali emas, 1 perak, dan 3 perunggu. Perolehan tersebut masih berpeluang berubah mengingat pertandingan akan berlanjut hingga hari terakhir.
Menurut Fiki R, pemerataan prestasi pada kejuaraan kali ini cukup terlihat. Atlet-atlet berpengalaman masih mampu mendominasi beberapa nomor pertandingan, namun banyak atlet muda potensial yang mulai menunjukkan kualitas dan siap menjadi penerus karate Sumatera di masa mendatang.
Ketua Panitia, Egon Febri, mengaku bersyukur seluruh rangkaian pertandingan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Ia memberikan apresiasi kepada seluruh kontingen, pelatih, ofisial, dan atlet yang telah menjunjung tinggi nilai-nilai Bushido, disiplin, sportivitas, serta rasa persaudaraan selama mengikuti kejuaraan.
Pimpinan Kontingen FORKI Padang Pariaman, Daniel K, menilai kualitas peserta yang tampil pada Kejurwil tahun ini sangat baik. Menurutnya, banyak atlet potensial yang layak mendapatkan pembinaan lebih lanjut sehingga mampu dipersiapkan untuk tampil pada kejuaraan dengan level yang lebih tinggi di masa mendatang.
Senada dengan itu, Bidang Pembinaan Prestasi FORKI Sumbar, Aiptu Seruliel Er Amin, SH (Alex), mengatakan seluruh atlet yang berlaga merupakan karateka terbaik dari daerah masing-masing. Hasil kejuaraan ini akan menjadi bahan evaluasi dan inventarisasi bagi FORKI Sumbar untuk menentukan atlet-atlet yang layak mendapatkan pembinaan berkelanjutan serta diproyeksikan memperkuat Sumatera Barat pada berbagai kejuaraan berikutnya.
Selain kualitas atlet, pelaksanaan pertandingan juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena kepemimpinan wasit dan juri dinilai berjalan profesional, adil, dan proporsional. Seluruh perangkat pertandingan menjalankan tugas sesuai aturan perwasitan yang berlaku tanpa memihak kepada atlet maupun kontingen tertentu, sehingga setiap pertandingan berlangsung sportif dan menjunjung tinggi nilai fair play.(MM).
