Kukerta UNRI Balik Kampung Desa Sungai Manau, Promosikan Desa Wisata

Kuansing,metrosumatranews.com.
– Pariwisata telah diasumsikan sebagai industri yang dapat diandalkan pengembangan pariwisata sangat terkait dengan kemajuan perekonomian, sosial, budaya.

Suatu kawasan wisata alam di Desa Sungai manau yaitu wisata Air Terjun Dt.Suhut yang terletak di desa Sungai Manua Kecamatan Kuantan Mudik.

Air Terjun tersebut  merupakan salah satu obyek wisata yang dicanangkan oleh Desa sungai manau untuk dijadikan sebagai obyek wisata baru bagi masyarakat kuansing.

Namun sayangnya, masyarakat masih belum terlalu mengetahui mengenai keberadaan air terjun Dt.Suhut yang tinginya mencapai 8 (delapan Meter) dan akses jalan menuju Kawasan Air terjun ini masih belum memadai jarak tempuh dari desa sungai manau ini dengan jalan kaki sekitar 30 menit.

Kelompok Kukerta Universitas Riau (UNRI) Balik Kampung giat Promosikan Wisata Desa Sungai Manau menjadi Desa Wisata melaui media sosial chanel youtube dan media sosial lainya, air terjun ini bisa jadi referensi wisatawan lokal Kuantan Singingi untuk dikunjungi hari hari libur.

Sebagaimana yang disampaikan Vigi Okberiandi mahasiswa Universitas Riau Jurusan Ilmu Komunikasi angkatan 2019  yang sedang menjalankan Kukerta di desa Sungai Manau kepada media ini baru-baru ini.

Untuk itu pengetahuan dan wawasan mengenai promosi wisata kepada warga masyarakat khususnya Desa Sungai Manau.tambah beliau.

Hamdan selaku Kepala Desa Sungai Manau saat dihubungi (15/08/2021) dengan ramah beliau memaparkan pentingnya pemberdayaan potensi wisata air terjun Dt.sunut.

Masyarakat bisa ikut serta memajukan dan mengembangkan wisata, saya mengajak semua pihak untuk memenfaatkan potensi wisata sehingga masyarakat secara ekonomi bisa terbantu kedepanya, tutur Kades.

Kami pemerintahan Desa Sungai Manau  dan Bumdes akan mencoba memasukan ke angaran Desa Sungai manau untuk mengali potensi wisata air terjun, hal yang akan di pecahkan permasalahannya kalo perlu kita hadirkan konsultan perencana, kami berharap juga kepada pemerintahan Kuantan Singingi untuk sektor pariwisata ini adanya kajian pengembangan kedepanyan objek wisata alam iniini.

Pokok permasalahan untuk desa wisata adalah daya tarik wisata, yaitu atraksi/event, akses kemudahan tempuh, dan fasilitas infrastruktur pelayanan kebutuhan dasar pengunjung begitu paparan beliau.(Hari/Riski)

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *