News  

Tiga Orang PNS Yang Akan Memasuki Usia Pensiun Terima Piagam Penghargaan

Batusangkar,metrosumatranews.com.
Bertempat di Gedung Indo Jolito Batusangkar, Senin (26/07/2021), Bupati Tanah Datar Eka Putra menyerahkan piagam penghargaan kepada tiga orang PNS yang akan memasuki usia pensiun tahun ini.

Hadir pada kesempatan itu Plh Sekda Edi Susanto, Asisten Administrasi Umum Helfy Rahmy Harun, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Nuryeddisman, Kadis Dikbud Riswandi, Kepala BKSPDM Jasrinaldi dan Kabag Humas dan Protokol Yusrizal.

“Atas nama pemerintah daerah, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas pengabdian dan dedikasi Ibu-Ibu yang sudah berkarya untuk daerah dan bangsa ini dalam waktu yang cukup panjang. Semoga pengabdian ini dicatat sebagai amal jariyah di sisi-Nya”kata Bupati.

Bupati yang juga pada kesempatan itu menyerahkan SK Pensiun, sampaikan Kembali Pemerintah Kabupaten Tanah Datar memberi apresiasi kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan memasuki purna tugas selaku abdi negara.

Bupati berharap silaturahmi jangan sampai terputus saat sudah tidak aktif lagi sebagai PNS. “Kami berharap silaturahmi ini jangan sampai putus, kami masih butuh masukan dan saran dari Ibu-Ibu yang punya pengalaman panjang. Sampaikan juga salam buat suami dan keluarga di rumah,” tutur bupati.

Nur Asni Guru SDN 08 Pariangan mengaku bahagia diundang bupati. “Pak, Saya menerima SK pengangkatan dulu dari Bapak Bupati di Gedung Nasional, sekarang menerima SK Pensiun juga diserahkan bupati,” sampai Nur Asni yang mengabdi selama 35 tahun ini.

Lain pula cerita Mimi Angrianti Guru SDN 10 Lubuk Jantan yang sudah mengabdi 38 tahun ini. “Gaji pertama dulu saya Rp. 16.160 pak, diangkat pertama kali mengabdi di SD Inpres Kajai,” terangnya.

Ketika ditanya suka duka mengajar, Mimi katakan walaupun kondisi dulu serba susah, fasilitas minim, tetapi semangat anak-anak untuk belajar cukup tinggi termasuk dukungan orang tua.

“Anak-anak datang jauh ke sekolah berjalan kaki, medan yang ditempuh cukup berat tetapi mereka punya semangat yang tinggi. Mudah-mudahan ini juga menjadi pelecut bagi siswa sekarang. Termasuk kepekaan, dulu dengan kiasan saja anak-anak sudah tau kalau guru tidak senang, kalau sekarang sudah jelas-jelas kita tegur, mereka kadang masih cuek. Ini jadi tantangan bagi guru-guru saat ini,” urainya.

Senada dengan itu Yeniazwita Mediator Hubungan Industrial pada Dinas Penanaman Modal Perizinan Satu Pintu dan Tenaga Kerja berharap tingkat investasi Tanah Datar semakin meningkat dan membuka peluang lapangan pekerjaan.

“Mudah-mudahan pandemi ini segera berakhir dan banyak investor yang menanamkan investasinya di Tanah Datar serta menyerap tenaga kerja, tentunya perusahaan yang memperhatikan hak dan kewajiban tenaga kerja,” sampai Yeniazwita yang juga berharap segera ada pengganti dirinya pada jabatan fungsional mediator hubungan industrial.(h/STM)

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *