Dukungan untuk Sukarmis dari Inhu Terus Berdatangan

INHU,metrosumatranews.com.

Dukungan dari warga di daerah pemilihan (Dapil) Riau II (Kuansing, Inhu, Inhil, Pelalawan dan Kampar) kepada Caleg DPR RI H Sukarmis dari Golkar nomor urut 5 mengalir terus. Dukungan datang darimana-mana.

Selain dukungan dari warga Kuansing, Sukarmis juga mendapat dukungan dari warga Inhu, Kampar, Inhil dan Pelalawan. Terbaru, Sukarmis kembali mendapat dukungan dari warga Inhu yang ada di kawasan Serangge, Batang Peranap, Inhu. Dukungan dari Inhu pun terus berdatangan.

Kali ini, dukungan nyata disampaikan warga Serangge kepada Sukarmis saat kampanye terbatas di dua lokasi berbeda. Masing-masing di Desa Sencano Jaya dan di Desa Peladangan. Dihadapan ribuan warga yang hadir, perwakilan masyarakat dengan lantang siap berjuang bersama untuk memenangkan H Sukarmis agar terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2024-2029.

Apalagi wilayah ini berbatasan langsung dengan Desa Setiang, Pucuk Rantau, Kuansing, Riau. Mereka merasakan bagaimana dulunya geliat pembangunan saat kader Golkar memimpin di negeri Kuansing.

Seperti yang diutarakan Tokoh Masyarakat Serangge di lapangan Sencano Jaya, Gundra Irawan. Ia menyatakan dukungannya kepada Sukarmis dengan alasan yang dinilainya tepat untuk merealisasikan aspirasi yang telah diperjuangkannya sejak 1996 lalu.

“Saya dan kami semua memutuskan berjuang bersama Pak Sukarmis untuk DPR RI dan Pak Jon Ade Nopendra untuk DPRD Riau,” tegas Gundra Indrawan dalam sambutannya saat kampanye terbatas tersebut, Ahad lalu (4/2/2024).

Ia berharap agar Sukarmis yang dikenal sebagai Bapak Pembangunan Kuansing bisa memperjuangkan pembangunan di kawasan Serangge Inhu ini. Tidak banyak yang diusulkan Gundra, warga hanya membutuhkan pembangunan jalan. Kondisi jalan bagus yang bisa menunjang kelancaran aktivitas sekitar 10 ribu warga yang ada di kawasan Serangge Inhu ini.

“Kami berharap agar Pak Sukarmis bisa mewujudkan cita-cita kami. Kami ingin pembangunan jalan. Tahun 1996 trans disini masuk. Jalannya tambah hancur. Kami hanya pengen jalan kami bagus. Mudah-mudahan harapan kami bisa diwujudkan ke depan,” harapnya yang disambut riuh warga.

Berulang kali disampaikan Gundra soal keluhan jalan ini. Karena ini menyangkut perekonomian warga yang mayoritas kebun sawit. Dan juga terkait pendidikan anak. Karena apabila jalan tak bisa dilewati, diakui Gundra, dianak-anak terancam tidak bisa sekolah.

“Salahsatu perekonomian adalah sawit. Dulu karet. 90 persen sekarang sawit. Kami berharap, hanya minta jalan. Kalau jalan bagus, sawit bisa panen. Anak-anak terancam putus sekolah. Kami hanya minya perbaikan jalan. Agar jalan kami bagus. Beberapa kali kami teriak kepada pemerintah. Sampai hari ini tidak ada perbaikan jalan. Banyak perusahaan batu bara. Tapi jalan kami begitu saja,” ungkapnya.

Diakui Gundra, keberhasilan Sukarmis membangun Kuansing waktu jadi Bupati Kuansing tak diragukan. Pembangunannya pesat. Hingga ke pelosok negeri. Termasuk ke Desa Setiang Pucuk Rantau Kuansing, yang berbatasan langsung dengan Serangge Inhu.

“Namun ketika Bapak tidak lagi jadi Bulati, bagaimana jalan-jalan di Kuansing hancur. Kami menyadari, bahwa orang Bapak Sukarmis betul-betul perintis, wajar disematkan Bapak Pembangunan Kuansing. Maka, saya memutuskan untuk berjuang memenangkan Pak Sukarmis untuk DPR RI dan Pak Jons Ade Nopendra untuk DPRD Riau,” diakuinya.

Tak banyak yang diharapkan dari perjuangan ini, pihaknya di Serangge hanya butuh jalan bagus. Karena itu, Ia berharap Sukarmis bisa menyampaikan pesan ini kepada pemerintah pusat.

“Tak bisa harap banyak. Kami hanya butuh. Tolong sampaikan. Bahwa ada di ujung negeri ini. Serangge. Kami juga bagian dari Indonesia. Jika tidak bisa Inhu bangun kami, pindahkan ke Kuansing,” katanya dengan semangat.

Selain Sukarmis, turut mendampingi Ketua DPD Golkar Kuansing Dr Adam SH MH, Tokoh Masyarakat Kuansing Drs H Erlianto MM dan rombongan lainnya.

Melihat antusiasme dan dukungan yang diberikan warga Serangge, Sukarmis pun semangat. Ia menyadari, perjalanan ke Serangge menempuh perjalanan yang menantang. Jalan banyak hancur. Baik di perbatasan Kuansing dan Inhu. Maupun yang ada di kawasan Serangge.

“Ini jalan poros kabupaten. Tidak bisa dibangun yang lain. Kewenangan kabupaten. Nanti, kalau saya terpilih. Ini akan kita perjuangkan lewat dana Intruksi Presiden (Inpres). Nanti saya bawa kades-kades menghadap Menteri PU untuk memperbaiki jalan ini. Kita siap memperjuangkannya. Insya Allah,” ucapnya.

Apalagi Serangge bagi Sukarmis adalah kampung halamannya yang lama. Karena dulu Kuansing dan Inhu ini adalah sama. Sesama Kabupaten Inhu. Namun, Ia kini prihatin melihat kondisi jalan kabupaten di wilayah ini yang hancur.

“Ini kampung saya lama. Tahun 1996 kawasan Serangge dibuka. Tahun 1997 sampai 2000 saya anggota DPRD Inhu. Ini adalah kampung halaman saya yang lama. Sekarang, saya prihatin dengan hancurnya jalan ini. Saya berharap, agar jalan ini bagus, segera jumpai bupati. Usulkan perbaiki jalan,” katanya mengingatkan.

Sedangkan Politisi Golkar Kuansing, Dr Adam SH MH mengingatkan warga, khususnya Serangge Inhu agar pilihannya bermanfaat yang serius dan peduli terhadap pembangunan di negeri ini. Karena kondisi jalan berlumpur ini tidak bisa dibiarkan untuk selamanya.

“Ini luar biasa jalannya. Ini dirasakan warga Serangge. Sampai kapan seperti ini. Mudah-mudahan sampai Pak Sukarmis duduk di DPR RI,” tegas Adam.

Karena menurut Adam, tidak mungkin 20 kilometer langsung diaspal kabupaten. Menurutnya, garus diperjungkan dana Inpres.

“Yang bisa itu oleh pusat melalui Inpres itu. Seperti yang di Kuansing. Itu ada dana Inpres yang diperjuangkan anggota DPR RI. Karena yang bisa menjemput dana Inpres itu hanya DPR RI. Mudah-mudahan jika Pak Sukarmis jadi, mohon diutamakan Serangge ini untuk diaspal,” pinta Adam.(rls/H)

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *